Selasa, 02 Oktober 2007

PERNYATAAN SIKAP
JARIANGAN KAUM MUDA UNTUK KEMANDIRIAN NASIONAL

(JAMAN)

============================================

Mengutuk Junta Militer Myanmar
Tolak Kekerasan oleh Junta Militer di Myanmar !!!
Galang Solidaritas untuk Oposisi Demokrasi Sipil Rakyat Myanmar!!!


Salam Kemandirian,

Sepanjang muncul penindasan dan kebijakan yang menyengsarakan, ternyata reaksi protes dari rakyat juga akan selalu muncul. Perlawanan rakyat seakan menjadi gejala universal akhir-akhir ini. Bukan hanya di Indonesia yang tiap hari ada perlawanan dan protes dari rakyat, tetapi juga di Myanmar yang bahkan diperintah oleh rezim yang anti-demokrasi.

Hari-hari terakhir ini, rakyat Myanmar melakukan protes menentang kenaikan harga BBM sebesar 500 %, di mana pada akhirnya aksi memakan korban. Kenaikan BBM sebesar itu sungguh luar biasa menyengsarakan. Bayangkan, di Indonesia saja yang tingkat kenaikannya 100% saja telah menimbulkan keresahan di mana-mana.

Tapi apa lacur, pemerintahan junta militer dengan sadisnya menghadapi protes rakyat dengan cara-cara kekerasan. Diketahui 9 orang tewas dan ratusan orang ditangkap oleh junta militer karena dianggap tidak mematuhi peraturan yang dibuat oleh Junta Militer Myanmar. Dan itu bukanlah kekerasan yang pertama kali kejamnya. Dulu pada tahun 1988, sekitar 3000 orang dibantai saat demonstrasi massa. Maka dari itu, tidak seorangpun dapat meragukan kebrutalan rejim ini dan apa yang rejim ini mampu lakukan di dalam usahanya untuk menekan gelombang protes.

Junta Militer Myanmar, yang sudah berkuasa selama 19 tahun, jelas-jelas masih ingin melanggengkan kekuasaan politiknya di Myanmar. Sejarah junta militer Myanmar dimulai dengan kudeta yang dipimpin Ne Win pada tahun 1962 yang kemudian berusaha menerapkan model Maois RRC, dengan melakukan nasionalisasi tanah, industri, perdagangan, tetapi tidak terjadi proses demokratisasi untuk memastikan sosialisasi proses produksi melalui kontrol demokratis pada rakyat. Kekuasaan tidak berada di tangan rakyat, tetapi di tangan segelintir elit birokrasi yang kebanyakan adalah militer.

Yang harus diperjelas di sini adalah kenapa junta militer yang anti-demokrasi dengan tindakan kekerasan yang ada (yang kebanyakan juga ditutup-tutupi) terjadi? Kepentingan negara-negara mitra kapitalis tentu saja adalah sebab utamanya, disamping karena gerakan oposisi demokratik tak juga mampu menyusun strategi-taktik perjuangannya. Hiangga saat ini di belakang junta militer Myanmar ada Cina, Rusia dan India. Negara-negara ini memiliki kepentingan modal yang sangat besar dengan menanamkan modalnya di Myanmar. Bahkan para kapitalis di negara-negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura juga memiliki kepentingan yang sama dalam hal ekonomi. Para pengusaha Thailand menampung dan memasok kebutuhan pokok Myanmar. Petronas (Malaisya) pun menggantikan posisi Premier, perusahaan minyak Inggris, untuk mengerjakan proyek jalur pipa minyak di negeri yang dikuasai junta militer itu. Kenyataan ini yang diduga menjadi sebab mengapa ASEAN tidak begitu keras memperlakukan junta Myanmar.

Dari kejadian yang terjadi di Myanmar tersebut, kita dapat memetik pelajaran bahwa di manapun gerakan rakyat akan terjadi saat rezim melanggar hak-hak asasi manusia. Bahkan aksi yang melibatkan ribuan Biksu menunjukkan bahwa kalangan agamawan yang selama ini dianggap sebagai kekuatan moral (moral force) terpaksa harus turun-tangan dalam menghadapi wilayah politik yang menggerus wilayah kemanuaasaiaan.

Konon dalam ajaran Budha, semangat sosialisme juga bisa kita temukan. Semangat inilah yang membuat para Biksu bergerak. Lihatlah misalnya, dalam ajaran Budha dikenal laku-laku: kebaikan keseluruhan, pengekangan diri, kemurahan hati, penghormatan dan keramahan penuh kasih. Sosialisme dharma berpandangan semua mahluk dihadapan Budha sama. Budha sangat gigih mengritik kapitalisme serta kediktatoran politik, karena keduanya mengancam kehancuran dunia.

Dalam agama Budha ada kisah bahwa kedermawanan merupakan kebajikan terakhir yang perlu disempurnakan sebelum mencapai nirwana. Ajaran Budha menekankan bahwa belas kasih hidup dalam semangat kebersamaan akan menghilangkan ketidak adilan sosial. Ajaran Hindhu Ahimsa menghubungkan antara keadilan dan kesejahteraan. Bahwa amal merupakan jalan untuk menciptakan keamanan masa depan dan bahwa derma menjamin kesejahteraan.

Oleha karena ini, kami Jaringan Nasional untuk Kemandirian Nasional (JAMAN) menyatakan:

1. Menuntut mundur junta militer Myanmar dan segera dibentuk pemerintahan demokratis yang berasal dari kelompok demokrasi;

2. Menolak cara-cara kekerasan dan tindakan pelanggaran HAM yang dilakukan junta militer dan mengadili perbuatan HAM selama ini di depan mahkamah internasional;

3. Mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung gerakan oposisi demokratik rakyat Myanmar dalam menciptakan tatanan yang demokratis, adil dan makmur.

Jakarta, 29 September 2007

JARINGAN KAUM MUDA UNTUK KEMANDIRIAN NASIONAL (JAMAN),

Nurani Soyomukti

Ketua Komunikasi Maassa

Tidak ada komentar: